Author : @AriatnaCitraC ^-^
Tittle : First ”WOW!!”
Genre : Romance, Sedikit comedy mungkin(?), dan tentukan sendiri haha ^-^v
Cast :
- Kim Jong In (Kai) EXO-K
- Kwon Yuri SNSD
Other Cast :
- Wi Yi Fan (Kris) EXO-M
- Jessica Jung SNSD
- Oh Sehun EXO-K
- D.O Kyungsoo EXO-K
Prev;
“Aish?! Mianhae. Kajja!” Seru Kai yang kali ini menyeret tangan Kris menuju toilet.
*****************************
“Hosh..Hosh…Hosh…,” Kris mengatur nafasnya karena lelah berlari dengan Kai.
“Pabbo!” Pekik Kris.
“Pabbo?” Kai kebingungan.
“Aku memanggilmu, kau tak mendengarnya. Yuri dan Sica noona yang memanggilmu, kau baru mendengarnya,” Gurutu Kris sambil manatap Kai dengan datar.
“Jinjja? Aku tak merasa kau memanggilku,” Ucap Kai dengan santai.
“Huh!” Gerutu Kris lalu masuk ke dalam toilet.
Kai masih bersikap santai, seperti memang ia tak mendengar Kris memanggilnya. Mungkin suara bidadari saja yang dapat Kai dengar. Kai menunggu Kris diluar toilet sambil memainkan kunci mobil yang ia bawa.
“Leganya,” Ucap Krisa saat keluar dari dalam toilet sambil mengelus perutnya sendiri.
“Lama sekali! Kau tidur di dalam, eoh?” Gurutu Kai.
“Tidur? Memangnya ini kamar tidur?” Tanya Kris polos.
“Aaah, sudahlah. Ayo kembali ke ruangan appa Yuri,” Ajak Kai.
Kris dan Kai berjalan santai bersamaan. Sambil berjalan, mereka membicarakan masalah di Sekolah mereka walaupun sebenarnya mereka orang yang tidak mau ikut campur terhadap masalah sekolahnya, karena mereka pun tak tahu apa masalahnya -__-a
“Oh iya. Apa besok kau tak ada acara?” Tanya Kris mengalihkan pembicaraan tentang sekolahnya.
“Aku ingin pergi dengan Yuri noona,” Jawab Kai.
“Apa tadi kau tak mendengar Yuri noona akan pergi dengan Sica noona?” Cletuk Kris kesal.
“Ne, aku mendengarnya. Memangnya kenapa?”
“Bisa kau antar aku ke Toko Buku?” Mohon Kris.
“Mwo? Biasanya saja kau pergi sendirian,” Cletuk Kai.
“Eeeh, Yuri noona saja mau menemani Sica noona. Masa kau sendiri tak mau menemaniku?” Mohon Kris lagi.
“Aah, ne ne ne. Aku akan menemanimu ke Toko Buku. Bertemu dimana?”
“Bagaimana kalau Taman Kota? Itu cukup dekat dengan Toko Buku langgananku,” Tawar Kris.
“Ne. Pukul 10 ne?”
“Ne!” Seru Kris dan mereka pun sampai di ruangan appa Yuri lagi.
“Yuri-ah, eommaku menyuruhku pulang. Mianhae,” Ucap Jessica.
“Oh? Gwenchanayo, pulanglah. Aku tahu kau lelah, bahkan kau belum mengganti pakaianmu,” Ucap Yuri, “Oh iya, Kai dan Kris. Sebaiknya kalian berdua juga pulang. Kalian pasti lelah,” Titah Yuri.
“Semoga appamu lekas sembuh noona,” Ucap Kris dan Kai bersamaan dan mereka pun saling manatap satu sama lain.
Yuri dan Jessica tertawa kecil melihat tingkah Kai dan Kris.
“Annyeong~” Ucap Kai, Kris, dan Jessica serentak dan pergi meninggalkan Yuri dan eommanya.
Kai mengantar Kris dan Jessica pulang ke rumahnya masing-masing menggunakan mobil pribadinya.
**************************
“Yuri-ah, sebaiknya kau juga pulang. Dari kemarin kau menunggu appamu,” Titah eomma Yuri.
“Aku akan pulang bila appa sudah selesai menjalani operasinya,” Ujar Yuri.
Eomma Yuri diam, memberi isyarat bahwa ia membiarkan apa yang Yuri inginkan.
4jam kemudian…
Seorang dokter keluar dari ruang operasi appa Yuri dan menghampiri eomma Yuri dan Yuri.
“Bagaimana operasinya dokter? Apa semuanya berjalan dengan sempurna? Apakah appa sudah sembuh total? Apa kami bisa menemuinya sekarang? Jawablah dokter!!” Yuri menembakan banyak pertanyaan kepada sang dokter sambil menarik-narik jas yang dipakai oleh dokter itu dan sang dokter pun hanya diam sambil menyimpulkan bibirnya.
“Yuri-ya! Sabarlah,” Pekik eomma Yuri sambil mengusap penggung Yuri.
“Atas do’a dari keluarga anda dan kerabat anda, anda patut bersyukur karena semuanya berjalan dengan baik, dan beliau sudah sembuh,” Jelas sang dokter.
“Syukurlah,” Ucap Yuri dan eommanya. Mereka saling memeluk satu sama lain dan meneteskan air mata kebahagiaan.
“Anda bisa menemuinya sekarang. Sekitar 15menit lagi beliau akan siuman,” Jelas sang dokter lalu meninggalkan Yuri dan eommanya.
Dengan terburu-buru, Yuri dan eommanya langsung masuk ke dalam ruangan appa Yuri dan menghampirinya.
“Appa, Yuri disini. Yuri menyayangi appa. Yuri ingin appa sembuh dengan total. Apapun akan Yuri lakukan demi appa,” Lirih Yuri yang duduk disamping appanya sambil mengusap tangan appanya dengan lembut.
“Appamu sudah selesai operasi, pulanglah,” Titah eomma Yuri.
“Aku ingin appa sadar dan memanggilku dulu,” Mohon Yuri dan eommanya hanya tersenyum.
10menit kemudian…
Dengan gerakan yang masih sangat kaku, jari-jari appa Yuri bergerak, dan Yuri yang melihatnya begitu senang dan menghapus air matanya dengan kasar.
“Appa!” Seru Yuri dengan senangnya.
“Yuri-ah,” Lirih appa Yuri dengan sangat lemas.
“Appa Yuri disini,” Lirih Yuri.
“Yuri-ah, appa bermimpi kau bahagia dengan seseorang,” Jelas appa Yuri yang masih lemas.
“Dengan seseorang? Nugu?”
“Appa sendiri tak tahu. Yang pasti appa ingin kau bahagia dengan orang yang akan membuat appa juga bahagia,”
Yuri tersenyum. Yuri merasa appanya memberi sebuah isyarat untuk Yuri berbahagia dengan orang yang dipilih appanya, yang akan membuat appanya bahagia, tapi belum tentu Yuri akan bahagia juga.
“Apapun akan kulakukan demi appa,” Ucap Yuri dan appanya pun tersenyum bahagia sambil mengusap lembut kepala Yuri.
“Yuri-ah, pulanglah. Biar eomma yang menjaga appamu,” Titah eomma Yuri.
“Sejak kapan kau disini?” Tanya appa Yuri kepada Yuri.
“Sejak appa pingsan di sampingku,” Jawab Yuri.
“Kau sama sekali belum kembali ke rumah? Kau tak mandi?”
“Ne,” Ucap Yuri sedikit malu.
“Pulanglah! Appa sudah merasa lebih baik,” Perintah appa Yuri.
“Appa yakin baik-baik saja?” Tanya Yuri yang ragu dengan ucapan appanya.
“Sudah, yeppeo yeoja sepertimu harus mandi!” Appa Yuri mulai bisa bercanda dengan keluarga kecilnya itu, dan tentu saja Yuri menjadi tertawa diikuti juga oleh eommanya.
“Ne. Mmh, mungkin aku harus kembali besok sore appa. Sica mengajakku pergi. Tak apa kan?” Yuri meminta izin kepada appanya.
“Ne, kau sudah menjaga appa sampai badanmu bau seperti kambing. Jadi appa mengizinkanmu,” Gurau appa Yuri lagi.
Yuri dan eommanya pun tertawa lagi, apalagi tertawa mereka yang disebabkan oleh gurauan appa Yuri membuat mereka sangat bahagia dan senang. Yuri pun berpamitan kepada kedua orang tuanya untuk pulang lebih dulu.
**************************
“Kai!” Pekik Jessica yang masih dalam perjalanan ke rumahnya menggunakan mobil Kai, mereka hanya berdua karena Kris sudah sampai lebih dulu.
“Hmm?” Balas Kai.
“Dingin sekali,” Ketus Jessica.
“Matikan saja ACnya,” Jawab Kai ketus.
“Bukan cuacanya yang dingin!” Pekik Jessica.
“Lalu?”
“Caramu menanggapi kata-kataku,”
“Memangnya aku harus menjawab sepanas apa?” Tanya Kai yang membuat Jessica menghela nafas panjang untung memadamkan emosi yang membara dalam hatinya XD
“Aaahhh!! Sudahlah,”
“Loh?”
“Wae?”
“Aniyo,”
Sebenarnya Jessica ingin mempertanyakan perasaan Kai terhadap Yuri. Sepertinya Jessica memang masih ragu dengan apa yang dikatakan oleh Kris, dan Jessica ingin mendengar pernyataannya langsung dari Kai.
“Rumahmu jauh sekali,” Cletuk Kai.
“Bagaimana kalau Rumah Yuri yang jauh?”
“Bagus,”
“Kok bagus?”
“Bagus, karena aku bisa berlama-lama dengannya,”
“Mwo?”
“Turunlah!” Titah Kai dengan jutek.
Jessica pun turun dari mobil Kai dan menutup pintu mobil Kai dengan keras. Untung saja pintu mobil Kai tidak rusak. Kai melajukan lagi mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi agar cepat sampai di rumahnya.
*************************
“Aigo!!!! Lelah sekali”
Yuri merebahkan tubuhnya di ranjangnya yang kali ini diberi bad cover berwarna biru cerah. Yuri memang sangat lelah. Apalagi dia tidak kembali k Rumah selama hampir 2hari.
Yuri bangkit dari tidurnya. Ia bergegas ke Kamar Mandi untuk membersihkan tubuhnya yang memang sudah tercium bau yang tidak sedap untuknya
“Segarnya,”
Yuri menikmati hangatnya air yang memercik ke seluruh tubuhnya melalui shower yang berbentuk hati.
15menit kemudian~
Yuri keluar dari dalam kamar mandinya dan segera mengenakan pakaian santainya. Untuk beberapa saat Yuri tertidur dan akhirnya terbangun sambil memegangi perutnya yang kosong.
“Aku lapar,” Keluh Yuri.
Yuri beranjak ke ruang makan. Pembantu yang bekerja di rumahnya telah menghidangkan makan malam favorit keluarganya. Yuri menarik kursi yang biasa ia duduki saat makan malam bersama.
“Meja makan seluas ini hanya dihinggapi olehku saja?” Lirih Yuri sambil menatap meja makan yang memang cukup besar untuk keluarganya.
“Andai appa sudah kembali, aku pasti makan malam bersamanya dan tentu eomma pun ikut,”
Dengan nafsu makan yang sedikit terhancurkan, Yuri menyantap makanannya dengan malas dan kadang kali ia hanya memainkan sendok yang ia pegang.
***************************
Kring…Kring…Kring…
“Yeoboseyo?” Ucap appa Yuri setelah mengangkat teleponnya.
“Kau bangkrut?” Tanya seseorang disana dengan nada sinis.
“Bangkrut?”
“Sudahlah. Lebih baik kita batalkan persetujuan kita tentang kerjasama dan perjodohan anak kita. Aku tak mau berbesan dengan orang yang tidak memiliki perusahaan besar sepertimu!” Bentak seseorang disana.
“Tapi…,”
“Jangan harap kita bisa bekerjasama lagi sebelum kau membangkitkan lagi perusahaanmu itu!”
Tutt…tutt…tutt…
Appa Yuri tertegun sejenak.
“D.O Kyungsoo,” Lirih appa Yuri.
“Wae? Ada apa dengannya?” Tanya eomma Yuri yang masih setia menunggu appa Yuri.
“Appanya membatalkan kerjasamanya dan perjodohan anak kita,” Jelas appa Yuri.
Eomma Yuri senang mendengar pembatalan perjodohoan anaknya. Tapi tentang kerjasama perusahaan sangatlah tidak menyenangkan untuk di dengar. Akhirnya appa Yuri menyombongkan perusahaannya yang lain, tapi tetap mendapat respon buruk.
To: Kyungsoo’s appa
ASAL KAU TAHU! AKU MASIH MEMPUNYAI BANYAK PERUSAHAAN.
From: Kyungsoo’s appa
AKU TAK BUTUH PERUSAHAAN KECILMU!
Appa Yuri menghela nafas panjang. Menahan emosi yang telah membara dalam hatinya.
“Chagiya. Aku merasa ini sebuah peringatan untukku,” Lirih appa Yuri kepada istrinya.
“Peringatan? Apa maksudmu?”
“Tidak seharusnya aku melarang Yuri dekat dengan namja lain. Karena namja pilihanku memiliki orang tua yang hanya mementingkan perusahaan. Dan aku dengar Kai, namja yang dekat dengan Yuri, ia yang melunasi biaya operasiku,”
“Mwo? Jeongmal?” eomma Yuri sangat kaget dengan penjelasan appa Yuri, dan sangat tidak percaya Kai yang melunasi semua biaya administrasi.
“Jeongmal,”
“Memangnya apa yang terjadi dengan perusahaan kita?”
“Kau belum tahu?”
“Ye?”
“Ruangan keuangan perusahaan kita terbakar,”
“Kau sedang tidak bercanda kan?”
“Apa aku terlihat sedang bercanda?” Appa Yuri memasang raut wajah yang sangat serius.
Eomma Yuri tertegun. Sekejap memejamkan matanya, merasa belum percaya perusahaan utama keluarganya terbakar, apalagi yang terbakar adalah bagian kantor yang sangat penting.
“Aku ingin bertemu Yuri,” Lirih appa Yuri.
*************************
-Di telepon-
“Yeobo….”
“Yuri-ah! Kita bertemu di taman biasa pukul 10, arra?”
Tutt…tutt…tutt
Yuri megerutu kesal. Jessica menghubunginya, dan bicara sangat singkat kepadanya. Sepertinya Jessica sedang menghemat pulsanya. Hahaha…
“Sica-ya! Kau aneh,” Cletuk Yuri sambil menatap ponselnya.
************************
Esok hari~
Pukul 10 pagi~
Di taman~
“Dimana dia? Mengajak bertemu disini, tapi belum terlihat batang hidungnya,” Cibir Kai saat sampai di taman untuk menunggu Kris.
Disudut lain di area taman, Yuri pun menunggu seseorang. Lebih tepatnya menunggu Jessica yang mengajaknya berbelanja. Tak jauh berbeda dengan Kai, Yuri pun menggerutu kesal menunggu Jessica yang tak kunjung datang.
Di pintu utama taman. Kris dan Jessica bertemu. Bukan tidak sengaja, itu memang benar-benar disengaja. Ingatkah? Kris pernah memiliki sebuah rencana untuk mempertemukan Kai dan Yuri? Inilah rencananya, rencana yang telah Kris dan Jessica siapkan. Mereka mengendap-ngedap di semak-semak taman untuk memata-matai Kai dan Yuri.
15menit kemudian~
“Jebal!” Yuri terus menggerutu. Ia kesal menunggu Jessica yang tak kunjung datang dan ponsel Jessica pun tidak dapat ia hubungi. Akhirnya untuk menghilangkan rasa bosannya, ia berniat untuk jalan-jalan sebentar di area taman.
20menit kemudian~
“Kris pintar, tapi pabbo!” Kai lagi-lagi menggerutu menunggu kedatangan Kris. Kris sendiri yang mengajaknya bertemu di taman, tapi ia tak kunjung datang. Kai pun seperi Yuri, menunggu Kris sambil berjalan-jalan sebenatar mengitari taman.
*************************
“Yuri-ah! Jebal! Kau lucu sekali bila sedang kesal. Kkk,” Jessica terkikik memperhatikan Yuri yang terus cemberut sepanjang jalan.
“Pantas saja Kai menyukainya,” Ucap Kris tiba-tiba membuat Jessica menatapnya tajam.
“Bagaimana bila aku yang bergaya seperti dia? Apa kau akan menyukaiku?”
“Tak perlu kau bertanya seperti itu,”
“Wae?”
“Tidak penting,”
“Mwo? Tidak penting?” SREKK..
Jessica yang tadi membungkuk bersama Kris dibalik semak-semak langsung berdiri dan bicara dengan suara yang cukup keras. Dengan cepat, Kris menarik kasar tangan Jessica agar membungkuk lagi.
“Noona neomu pabbo,” Cletuk Kris lalu menutup mulutnya karena menyebut Jessica pabbo.
“Mwo? Apa yang tadi kau katakan?” Pekik Jessica pelan.
“Aniyo, aniyo. Kau berisik sekali! Yuri noona hampir saja melihat kau bediri,” Ucap Kris kesal.
Ya, Yuri memang sempat mendengar suara semak di sekitarnya. Yuri membalikan tubuhnya, mencari sumber suara, tapi Yuri tak menemukan seseorang yang membuat suara itu. Jelas, karena Jessica sudah membungkuk lagi setelah ditarik oleh Kris. Apalagi suasana taman yang cukup ramai membuat Yuri tidak begitu penasaran dengan suara itu. Jadi Yuri memutuskan untuk melanjutkan acara jalan-jalannya.
“Itu semua gara-gara kau!” Pekik Jessica.
“Aku?” Ucap Kris sambil menunjukan jari telunjuknya kepada dirinya.
“Ne,” Jessica mengerucutkan bibirnya.
“Kenapa dengan diriku?”
“Kau bilang pertanyaanku tidak penting,” Jessica meninggikan suaranya di akhir kalimat.
“Memang tidak penting, …”
“Kyaa!!!!” Jessica memukuli lengan Kris karena ia benar-benar kesal.
“Yak! Noona! Aku belum selesai bicara!”
“Jeongmal?”
“Ye, pertanyaan itu tidak penting! Karena bagaimana pun caramu bergaya, aku tetap menyukaimu,” Jelas Kris dan tetap menatap lurus ke arah Yuri yang memang sudah menghilang jejaknya dan entah pergi kemana.
“Jeongmal?” Ucap Jessica lagi yang membuat Kris menatap datar kepada Jessica.
“Kau meragukanku?”
Jessica hanya tersenyum, ia tersipu malu. Kris merasa senang melihat wajah Jessica yang mulai memerah seperti udang rebus ataupun kepiting rebus, mungkin semua seafood yang direbus. Jessica menundukan kepalanya, ia yakin wajahnya memang seperi seafood rebus.
“Noona? Kau seperti kepiting rebus,” Ucap Kris yang membuat Jessica mengangkat kepalanya.
“Mwo?”
“Sudahlah. Kajja! Kita cari Kai,” Ajak Kris sambil menarik tangan Jessica dengan lembut.
***********************
“Awas kau Kris! Setelah bertemu akan kurebus kau di dalam kuali!” Gerutu Kai.
Memang dari awal Kai tidak ingin pergi bersama Kris. Ia ingin pergi bersama Yuri. Tapi Yuri sudah ada janji dengan Jessica, jadi Kai tidak bisa berbuat apa-apa. Kris yang memaksa Kai untuk mengantarnya, dan itu sangat tidak biasa. Kris biasanya pergi ke Toko Buku sendiri tanpa ditemani oleh siapapun.
Kai terus saja menyusuri jalan setapak di taman itu, mengikuti alur batu-batuan yang disusun sebagai jalan kecil. Kadangkali Kai melihat batu kecil yang menghalangi jalannya, ia pun menendangnya. Sampai disebuah danau buatan di tengah taman, ia melempar sebuah kerikil yang cukup besar dan tidak sengaja mengenai seekor angsa yang sedang berenang dengan santainya di tengah danau.
“ANIYO!!!!!” Seru Kai saat seekor angsa yang ia lempari batu menepi ke tepi danau lalu mengejarnya. Akhirnya pun, Kai menjadi bahan tontonan pengunjung taman disana. Tak sedikit orang yang mentertawainya dan tak banyak orang yang membantu Kai untuk menghindari sang angsa.
“Hosh…Hosh…,” Kai mengatur nafasnya. Ia lelah sejak sekian menit yang lalu dikejar-kejar oleh angsa, dan angsa itu menjauh saat Kai memanjat sebuah pohon yang cukup besar. Sungguh itu pengalaman terburuk dalam hidup Kai dan itu sangat memalukan, karena terjadi di tempat terbuka.
“Angsa pabbo!” Gerutu Kai setelah kembali turun dari atas pohon dan ia kembali manjadi bahan tontonan.
Di tempat lain, Kris dan Jessica memata-matai Kai dari belakang semak yang tak jauh dari tempat Kai berdiri saat ini.
“Hahahahaha,” Kris dan Jessica tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Kai saat dikejar-kejar oleh angsa. Mereka terlihat tertawa lepas seperti sedang melihat pertunjukan badut atau Komedian
“Kai itu lucu sekali, ya? Pantas saja Yuri menyukainya,” Ujar Jessica.
“Bagaimana bila aku yang bertingkah seperti Kai?” Tanya Kris.
“Kau tak perlu bertanya seperti itu,”
“Wae?”
“Eeeh. Jangan mulai lagi seperti tadi!” Pekik Jessica sambil menyentil kening Kris, dan Kris hanya tersenyum melihat Jessica yang kesal.
***************************
Yuri sudah cukup lelah setelah berjalan-jalan beberapa menit yang lalu. Ia ingin melemaskan kakinya di sebuah bangku taman. Dan ia pun duduk sendiri.
“Kau dimana Sica? Kenapa ponselmu tidak dapat kuhubungi?” Yuri menggerutu sambil menekan-nekan ponselnya mencoba menguhubungi Jessica.
“Ini sudah pukul………,”
“DWAR!!!”
“Kyaaaa!!!! Kau mengagetkanku!” Pekik Yuri kepada seseorang yang mengagetkannya dari belakang.
“Hahaha. Mianhae noona Kwon,” Ucap Kai sambil duduk disebelah Yuri.
“Sedang apa kau disini, Kai?” Ya. Orang jahil yang mengagetkan Yuri adalah Kai.
“Mengapa kau bertanya?”
“Karena aku peduli,”
“Kenapa kau peduli?”
“Karena aku menyayangimu,” Yuri keceplosan menyebutkan bahwa ia menyayangi Kai, dan dengan gesit ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya sambil membelalakan matanya.
“Mwo?” Kai langsung menoleh kepada Yuri.
“Wae? A-aku menyayangi semua ornag yang aku kenal,” Ucap Yuri sedikit gagap.
“Jeongmal?”
“Ne. Sedang apa kau disini?”
“Menunggu Kris. Kau tak jadi pergi bersama Sica noona?”
“Ia menyuruhku menunggu disini. Tapi sampai saat ini ia belum datang juga,” Lirih Yuri.
“Kau tak menelponnya?”
“Nomornya tidak dapat kuhubungi. Memangnya kau dan Kris mau kemana?”
“Ia minta ditemani ke Toko Buku. Padahal ia selalu pergi sendiri dan sampai saat ini juga dia belum datang,” Jelas Kai.
“Kita senasib,”
******************************
“Akhirnya mereka bertemu juga,” Ucap Kris dan Jessica bersamaan.
“Loh?! Hahahaha,” Ucap Kris dan Jessica lagi serentak sambil saling menoleh.
Kris dan Jessica tentu sangat senang melihat rencananya berhasil. Tapi masih ada yang mereka tunggu-tunggu, yaitu Kai menyatakan perasaannya kepada Yuri. Dan mereka pun memiliki masalah atas itu. Mereka bingung bagaimana caranya membuat Kai menyatakan perasaannya kepada Yuri agar mereka bisa menjadi sepasang kekasih.
“Bagaimana ya caranya?” Ucap Kris bingung sambil menggaruk-garuk kepalanya.
“Itu yang belum kita pikirkan dari awal,”
“Aku lupa soal itu,”
“Pabbo!” Pekik Jessica.
“Kau lebih pabbo,”
“Mengapa aku lebih?”
“Kau menyebutku pabbo, tapi kau sendiri tidak tahu caranya kan?” Cletuk Kris dan membuat Jessica menatap Kris datar.
“Berhentilah memperlihatkan wajah itu. Kau membuatku gemas,”
“Diamlah. Aku punya ide!” Ucap Jessica dengan nada masih sedikit kesal
*****************************
-TBC-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar